Sabtu, 19 Maret 2016

Pertemuan pertama di SDS MKGR


Pembelajaran di SDS MKGR dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia(TFI)


1. Bagian Awal

Nama Dosen: Agnes Sri Poerbasari (D3719)
Kelas : LA07
Hari: Jumat, 18 Maret 2016
Waktu: 10.30-12.00 WIB
lokasi: Jl. Batu Sari Kb.Jeruk Raya No.1, Jakarta Barat
Jumlah siswa: 17 anak

Anggota yang hadir:
- Christian Adianto (1901464296)
-Michael Cahyadi (1901499753)
-Peter Limbono (1901462012)
-Reyhan Valdian Soemarsono (1901485981)
-Ronald Reynard Winastra (1901479272)
-Roni Rizky Chantoro (1901497735)
-Yoseph Mega Gunawan (19014799347)

Anggota yang tidak hadir:
-Glenn Fernaldy Hananto (1901482494)
                                


dari kiri atas : Roni, kepala sekolah, Reyhan, Christian, Yoseph, Peter, Michael, Ronald


2. Bagian Isi

Pada pertemuan pertama ini, kelompok kami mengajarkan matematika pada siswa kelas 5. Di pertemuan ini, hal yang kami jelaskan pada siswa adalah mengenai operasi penjumlahan, perkalian, pembagian maupun pengurangan dengan bilangan bulat, terutama pecahan.

Untuk persiapan materi dari tim kami sendiri, sehari sebelumnya kami sudah berunding tentang pelajaran yang ingin diajarkan yaitu matematika. Untuk materinya sendiri kami hanya mempersiapkan materi umum atau segala hal tentang matematika dasar, baru pada hari kami mengajar kami bertanya pada siswanya pelajaran matematika mereka sudah sampai mana. Karena materi mereka sudah sampai pecahan, kami pun mencoba untuk membantu mereka untuk lebih memahami materi tentang pecahan tersebut dengan membahas soal-soal mereka. Untuk persiapan keberangkatan sendiri, kami sepakat untuk berkumpul di indomart(dekat sd tarsisius) jam 10.30 karena yang tau lokasi sekolah baru 3 orang.

Untuk metode pembelajaran pertemuan pertama ini, kami memilih metode classroom.
dari hasil pengajaran kami, metode classroom ini cukup baik karena adanya papan tulis dikelas yang membantu kami untuk mengajar. Metode classroom ini juga membuat suasana kelas lebih kondusif untuk belajar karena hanya 1-2 orang saja yang menjelaskan materi di depan kelas.
Kelemahan metode classroom ini  targetnya adalah 1 kelas, jadi tidak bias terlalu fokus pada siswa yang benar-benar belum mengerti.

-Christian Adianto(1901464296)
Disiplin waktu : Baik
Ide-ide yang disampaikan : baik
Penerapan di lapangan : baik
Inisiatif : baik
Sikap : baik

-Michael Cahyadi (1901499753)
Disiplin waktu : Baik
Ide-ide yang disampaikan : baik
Penerapan di lapangan : baik
Inisiatif : baik
Sikap : baik

-Peter Limbono (1901462012)
Disiplin waktu : Baik
Ide-ide yang disampaikan : baik
Penerapan di lapangan : baik
Inisiatif : baik
Sikap : baik

-Reyhan Valdian Soemarsono (1901485981)
Disiplin waktu : Baik
Ide-ide yang disampaikan : baik
Penerapan di lapangan : baik
Inisiatif : baik
Sikap : baik

-Ronald Reynard Winastra (1901479272)
Disiplin waktu : Baik
Ide-ide yang disampaikan : baik
Penerapan di lapangan : baik
Inisiatif : baik
Sikap : baik

-Roni Rizky Chantoro (1901497735)
Disiplin waktu : Baik
Ide-ide yang disampaikan : baik
Penerapan di lapangan : baik
Inisiatif : baik
Sikap : baik

-Yoseph Mega Gunawan (19014799347)
Disiplin waktu : Baik
Ide-ide yang disampaikan : baik
Penerapan di lapangan : baik
Inisiatif : baik
Sikap : baik

3. Bagian Penutup
Pada pertemuan pertama ini, para siswa menyambut kami dengan antusias. Materi yang kami sampaikan dapat diterima dengan baik oleh mereka. Meskipun ada 1-2 anak yang terlihat ngantuk di kelas, pelajaran dapat berjalan dengan cukup lancar walau diawal kami melakukan sedikit kesalahan yaitu menggunakan spidol permanen yang membuat kami sedikit panik. Diakhir pelajaran, kami mencoba untuk memberi 2 soal dan meminta 2 murid maju kedepan untuk mengerjakannya dan hasilnya mereka dapat menjawab soal yang diberikan dengan baik. Untuk ke depannya kami akan menyiapkan materi dengan lebih baik lagi dan disertai dengan peralatan yang dapat mendukung materi yang akan kami berikan di pertemuan berikutnya

Form Evaluasi:



foto-foto saat mengajar: